MKTR mengelola rantai pasok yang terintegrasi dan dapat ditelusuri, mulai dari kebun inti, kebun plasma, petani mandiri, hingga proses pengolahan dan distribusi produk. Perseroan memastikan bahwa pasokan bahan baku berasal dari sumber yang legal, bertanggung jawab, dan memenuhi prinsip keberlanjutan guna mendukung kualitas produk serta keberlangsungan operasional.
Untuk menjaga ketersediaan bahan baku, sekitar 62% Tandan Buah Segar (TBS) yang diolah Perseroan pada tahun 2025 berasal dari pasokan internal yang terdiri atas kebun inti dan kebun plasma, sedangkan sekitar 38% dipasok oleh pihak ketiga, meliputi petani mandiri, koperasi, dan perusahaan perkebunan di sekitar wilayah operasional. Pada tahun 2025, MKTR bermitra dengan 113 pemasok TBS di Kalimantan Tengah yang terdiri dari 77 petani mandiri, 1 koperasi, 1 perusahaan perkebunan (CV), dan 34 kebun kemitraan. Melalui kemitraan yang berkelanjutan, Perseroan terus memperkuat ketahanan rantai pasok sekaligus menciptakan nilai bersama bagi para mitra dan masyarakat sekitar.